Prinsip keseimbangan (mīzān) dalam peran lebah menemukan landasan teologisnya dalam Al-Qur'an, khususnya Surah An-Nahl. Dalam surah tersebut dijelaskan bahwa Allah memberi ilham kepada lebah untuk membuat sarang dan mencari rezeki dari berbagai tumbuhan, lalu dari perutnya keluar madu yang menjadi obat bagi manusia (QS. An-Nahl: 68–69).
Prinsip keseimbangan (mīzān) tercermin dalam peran lebah yang mengambil nektar tanpa merusak bunga, menghasilkan madu yang bermanfaat bagi manusia, serta membantu penyerbukan untuk menjaga keberlanjutan vegetasi. Secara teologis, hal ini menggambarkan etika ekologis Islam: memanfaatkan alam secara bijak tanpa menimbulkan kerusakan (isti‘mār tanpa fasād).
No comments:
Post a Comment