Sama halnya dengan manusia, pohon yang telah hidup paling lama biasanya memiliki hubungan yang paling banyak dan bermakna dengan pohon lain di sekitarnya. Pohon-pohon tua yang memiliki banyak koneksi ini dikenal sebagai “Mother Trees” atau pohon induk, yaitu bagian penting dari ekosistem hutan dewasa yang baru mulai dipahami oleh manusia (Beiler, 2010).
Namun, fungsi Mother Tree tidak hanya sebatas berkomunikasi. Pohon induk juga dapat menyalurkan kelebihan nutrisi seperti karbon dan nitrogen kepada bibit-bibit pohon muda di sekitarnya (Teste et al., 2009). Bibit-bibit ini, yang sering disebut sebagai “anak-anaknya”, mungkin tidak akan mampu bertahan hidup tanpa bantuan tersebut karena persaingan yang tinggi untuk mendapatkan cahaya dan nutrisi. Melalui dukungan dari pohon induk, bibit-bibit muda ini dapat bertahan hingga memperoleh kesempatan tumbuh ketika kanopi hutan terbuka. Sistem ini sangat canggih — Mother Tree bahkan mampu mengenali bibit mana yang memiliki hubungan genetik dengannya, dan terbukti memberikan perlakuan istimewa dalam proses berbagi nutrisi tersebut (Pickles et al., 2017).
Apabila kita bertanya-tanya mengapa pohon berusaha membangun hubungan yang sedemikian kompleks, jawabannya dapat kita temukan dengan bercermin pada diri sendiri. Sebagaimana manusia yang lebih produktif ketika bekerja sama, pohon pun memperoleh banyak manfaat dengan tumbuh berdekatan dan saling membantu. Sebagai contoh, dalam situasi badai besar, pohon yang berdiri sendirian akan lebih rentan terhadap terpaan angin dan tekanan lingkungan. Sebaliknya, pohon-pohon yang saling berbagi sumber daya dapat saling menopang dan bertahan bersama dalam menghadapi gangguan lingkungan (Wohlleben, 2016).
Jadi, ketika Anda berada di tengah-tengah pepohonan, luangkanlah sejenak waktu untuk mendengarkan. Mungkin saja, ada “perayaan” kehidupan yang sedang berlangsung di bawah kaki Anda. 🌳
*) Artikel asli: https://www.marylandforestryfoundation.org/listen-to-your-mother-tree/
No comments:
Post a Comment