![]() |
Hutan mangrove di Tanjung Bara merupakan
salah satu ekosistem pantai yang berada di kawasan konsesi tambang batubara.
Hutan ini memiliki nilai jasa lingkungan karena berfungsi sebagai pereduksi
emisi yang dihasilkan dari kegiatan operasional tambang. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji potensi jasa lingkungan hutan mangrove di Tanjung Bara,
meliputi kajian terhadap potensi biomassa dan karbon vegetasi mangrove di atas
permukaan tanah serta peranan hutan mangrove untuk mereduksi emisi
karbondioksida yang berasal dari kawasan tambang batubara.
Penelitian dilakukan melalui dua
tahapan, yaitu pengambilan data di lapangan dan analisis
terhadap kadar air, berat kering, kadar zat terbang, kadar abu dan kadar karbon
terikat di laboratorium. Penempatan plot contoh disesuaikan dengan jumlah
zonasi mangrove di Tanjung Bara, yaitu
zona Sonneratia, zona Sonneratia-Rhizophora, zona Rhizophora-Ceriops dan zona Ceriops. Vegetasi mangrove
diklasifikasikan ke dalam tingkat pohon, anakan pohon dan semai. Kajian potensi
biomassa pohon di atas permukaan tanah untuk pohon dilakukan dengan pendekatan
persamaan allometrik. Sedangkan anakan pohon dan semai menggunakan pendekatan
akumulasi biomassa berdasarkan jumlah berat kering. Simpanan karbon dihitung
berdasarkan C = 46% W (biomassa atas permukaan-tanah).
Jumlah serapan karbondioksida dihitung dengan CO2 = 3,67 x C. Proporsi serapan karbondioksida terhadap
total emisi dihitung dengan Proporsi serapan CO2 = CO2/E
x 100%.
Berdasarkan
hasil analisis di laboratorium, bagian cabang anakan pohon S.alba
memiliki rata-rata kadar air tertinggi, yaitu 90,71%. Sedangkan bagian batang anakan
pohon C. tagal memiliki rata-rata kadar
air terendah yaitu 7,69%. Kadar air semai S.
alba lebih besar dibanding R.
apiculata dan C. tagal. Batang S. alba secara spesifik memiliki nilai
kadar air tertinggi yaitu 26,02%. Sedangkan semai C. tagal memiliki rata-rata kadar air terendah, baik pada daun
maupun batang.
Hasil
analisis kadar zat terbang, kadar abu dan kadar karbon terikat menunjukkan bahwa
zat terbang merupakan kandungan tertinggi yang mendominasi setiap bagian pada anakan
pohon dan semai. Ketiga jenis anakan pohon di Tanjung Bara memiliki kadar
karbon terikat tertinggi pada bagian batang. Kadar karbon terikat pada batang S. alba sebesar 46,67%, R. apiculata sebesar 45,41% dan C. tagal sebesar 41,86%. Sedangkan kadar
karbon terikat pada tingkat semai, daun S.
alba dan C. tagal memiliki kadar yang
lebih tinggi dibanding bagian batang, masing-masing sebesar 28,24% dan 31,87%. Semai R. apiculata memiliki
proporsi yang berbeda dengan semai S.
alba dan C. tagal, kadar karbon terikat tertinggi
jenis ini berada pada bagian batang sebesar 33,98%.
Potensi
biomassa atas permukaan-tanah pada tingkat pohon tertinggi pada zona Sonneratia (303,76 ton/ha) dan terendah
pada zona Rhizophora-Ceriops (135,12
ton/ha). Potensi biomassa atas permukaan-tanah pada tingkat anakan pohon
tertinggi pada zona Sonneratia (11,70
ton/ha) dan terendah pada zona Rhizophora-Ceriops
(7,76 ton/ha). Sedangkan biomassa atas-permukaan pada tingkat semai
tertinggi masih pada zona Sonneratia (7,49
ton/ha) dan terendah pada zona Ceriops (3,10
ton/ha). Biomassa atas permukaan-tanah pada keseluruhan zona adalah 238,44
ton/ha dengan jumlah biomassa tertinggi berada pada zona Sonneratia (322,95 ton/ha).
Rata-rata
simpanan karbon vegetasi mangrove di Tanjung Bara adalah 109,68 ton C/ha, simpanan
karbon terbesar berada pada zona Sonneratia
sebesar 148,55 ton C/ha dan terkecil pada zona Rhizophora-Ceriops sebesar 67,75 ton C/ha. Total karbondioksida di atas
permukaan tanah pada masing-masing zona mangrove di Tanjung Bara berkisar
248,64-545,18 ton CO2/ha atau rata-rata 402,53 ton CO2/ha.
Simpanan karbon
vegetasi mangrove atas permukaan-tanah di Sangatta Utara sebesar 92.328,62
ton C atau setara dengan 338.849,75 ton CO2. Jumlah emisi karbondioksida dihitung berdasarkan analisa
dan prediksi tingkat emisi CO2 dari kegiatan operasional perusahaan
tambang batubara pada tahun 2010 mencapai 2.362.703,94 ton CO2 (Wibawa
2006). Hutan mangrove di Tanjung Bara, Sangatta Utara,
Kalimantan Timur dengan proporsi luasan 0,52% dari total luas hutan di Sangatta
Utara mampu memberi konstribusi jasa lingkungan sebagai pereduksi emisi
karbondioksida dari kawasan tambang batubara sebesar14,34%.
|
Friday, April 26, 2019
[TESIS] KAJIAN POTENSI JASA LINGKUNGAN (BIOMASSA DAN KARBON) HUTAN MANGROVE DI TANJUNG BARA, SANGATTA UTARA, KALIMANTAN TIMUR
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
POSTINGAN TERKINI
Definisi Ilmu versi Imam Al Gazhali
Menurut Imam Al-Ghazali, ilmu bukan sekadar kumpulan informasi atau hasil berpikir rasional, melainkan cahaya yang Allah tanamkan ke dalam...
-
PDF Referensi lainnya: Schlich's Manual of forestry Perkuliahan telah dimulai. Tips di awal semester, saatnya mencari referensi sesuai ...
-
[Rabu 9 Oktober 2024] Download PDF Dewi, N., Ritabulan, Indhasari, F. (2024). Knowledge, perception and attitudes of comuunity towards the...

No comments:
Post a Comment